TEAMWORK
Mengapa tim menjadi sangat
populer?
·
Tim lebih baik dalam mengerjakan
tugas yang membutuhkan berbagai keahlian, penilaian, dan pengalaman
·
Tim lebih fleksibel dan responsif
terhadap perubahan
·
Tim memiliki kemampuan untuk segera
berkumpul, membagi tugas, memfokuskan diri kembali, dan membubarkan diri
·
Tim merupakan cara yang efektif
bagi manajemen untuk mendemokrasi organisasi dan meningkatkan motivasi karyawan
Perbedaan tim dengan
kelompok
Kelompok kerja: kelompok
yang berinteraksi dengan tujuan utama membagi informasi dan membuat keputusan
untuk membantu setiap anggota kelompok berkinerja dalam wilayah pertanggung
jawabannya. (jumlah output kinerja sama dengan jumlah input anggota)
Tim kerja: kelompok
dimana upaya tiap anggotanya menghasilkan kinerja yang lebih besar dari jumlah
input anggotanya.
|
Perbedaan
|
Kelompok Kerja
|
Tim Kerja
|
|
Tujuan
|
Membagi informasi
|
Kinerja kolektif
|
|
Sinergi
|
Netral (terkadang negatif)
|
Positif
|
|
Akuntabilitas
|
Individual
|
Individual dan mutual
|
|
Keahlian
|
Acak dan beragam
|
Saling melengkapi
|
Macam-macam tim
·
Problem-solving teams
Kelompok yang terdiri dari 5
sampai 12 karyawan dari departemen yang sama yang bertemu selama beberapa jam
tiap minggu untuk mendiskusikan cara meningkatkan kualitas, efisiensi, dan
lingkungan kerja
·
Self-managed work teams
Kelompok yang terdiri dari
10 sampai 15 orang yang mengambil alih tanggung jawab dari supervisor mereka
terdahulu
·
Cross-functional teams
Kumpulan karyawan dari level
hirarki yang sama namun dari wilayah kerja yag berbeda, yang berkumpul bersama
untuk mengerjakan suatu tugas
·
Virtual teams
Tim yang menggunakan
teknologi komputer untuk menghubungkan anggota yang terpisah secara fisik dalam
rangka mencapai tujuan bersama
Ada tiga faktor utama yang
membedakan tim virtual dengan tim face-to-face:
o
Tidak adanya interaksi paraverbal
dan nonverbal
o
Interaksi sosial yang terbatas
o
Kemampuan untuk mengatasi halangan
waktu dan jarak
Membuat tim yang efektif
Tim efektif yang dimaksud meliputi efektivitas produktivitas
tim, kinerja tim, dan kepuasan anggota. Komponen penting yang membentuk tim
efektif dapat dibagi dalam empat kategori umum:
·
Desain Kerja
Beberapa karakteristik
desain kerja berikut memotivasi anggota karena meningkatkan rasa tanggung jawab
anggota dan kepemilikan atas pekerjaan serta membuat pekerjaan menjadi lebih
menarik untuk dilakukan. Karakteristik tersebut antara lain:
o
Kebebasan dan otonomi
o
Kesempatan untuk menggunakan
keahlian dan talenta yang berbeda-beda
o
Kemampuan untuk menyelesaikan
seluruh tugas
o
Mengerjakan tugas atau proyek yang
memiliki dampak terhadap orang lain
·
Komposisi
Kategori ini meliputi
variabel yang berhubungan dengan bagaimana seharusnya anggota dalam tim
dipilih. Ada beberapa faktor sebagai pertimbangannya:
o
Kemampuan anggota
Untuk berkinerja secara efektif, sebuah tim memerlukan
tiga macam keahlian:
§
Orang dengan keahlian teknis
§
Orang dengan keahlian pemecahan
masalah dan pembuatan keputusan
§
Orang dengan keahlian interpersonal
o
Kepribadian
Tim dengan tingkat kesamaan yang lebih tinggi dalam
kesetujuan, ketelitian, dan stabilitas emosi di antara para anggotanya
cenderung menerima penilaian performa yang lebih baik.
o
Alokasi peran dan perbedaan
Ada 9 peran potensial dalam tim yang harus diisi oleh
para anggota:
§
Linker: mengkoordinasi dan
mengintegrasi
§
Creator: mereka yang berinisiatif
menciptakan ide
§
Promoter: memilih ide yang paling
baik
§
Assesor: menganalisis pilihan
§
Organizer: memberikan struktur
§
Producer: memberikan arahan dan
mengikuti
§
Controller: pemeriksa dan penegak
aturan
§
Maintainer: menjaga stabilitas
§
Adviser: mendorong untuk mencari
lebih banyak informasi
o
Ukuran tim
Tim paling efektif memiliki anggota kurang dari 10.
o
Fleksibilitas anggota
Tim yang terdiri dari anggota yang fleksibel dapat
menyelesaikan tugas anggota lainnya, sehingga tim akan berkinerja dengan lebih
efektif.
o
Preferensi anggota
Tim yang berkinerja dengan baik biasanya terdiri dari
orang yang lebih menyukai bekerja dalam kelompok.
·
Konteks
Ada empat faktor kontekstual
yang sangat berhubungan dengan kinerja tim:
o
Sumber daya yang memadai
Tim harus menerima dukungan yang memadai dari
manajemen dan organisasi jika mereka ingin berhasil dalam mencapai tujuan.
Dukungan ini meliputi informasi yang tepat waktu, teknologi, staf yang memadai,
dukungan moral, dan bantuan administratif.
o
Kepemimpinan dan struktur
Untuk menyepakati beberapa hal dalam pekerjaan dan
bagaimana angggota bekerja bersama untuk
menyatukan keahlian individual mereka, maka diperlukan kepemimpinan dan
struktur.
o
Derajat kepercayaan
Anggota dari tim efektif harus saling percaya satu
sama lain. Mereka juga harus memiliki kepercayaan terhadap pemimpin mereka.
Kepercayaan antar anggota menciptakan kerjasama, mengurangi kebutuhan untuk
mengawasi perilaku anggota lain, dan menciptakan kepercayaan bahwa anggota lain
tidak akan mengambil keuntungan dari mereka.
o
Penilaian kinerja dan sistem hadiah
Penilaian kinerja dan sistem hadiah indiviual tidak
bisa diaplikasikan terhadap kinerja tim. Jadi, manajemen harus mempertimbangkan
pujian berdasar kelompok, pembagian keuntungan, insentif terhadap kelompok
kecil, dan modifikasi lainnya yang akan meningkatkan upaya dan komitmen tim.
·
Proses
Meliputi:
o
Tujuan yang sama
Tim efektif memiliki tujuan yang sama dan berarti yang
memberikan arahan, momentum, dan komitmen bagi anggota.
o
Tujuan spesifik
Tim yang sukses menerjemahkan tujuan mereka menjadi
tujuan kinerja yang spesifik, dapat dikelola, dan realistis. Tujuan spesifik
ini memfasilitasi komunikasi yang jelas serta membantu menjaga fokus tim dalam
mencapai hasil.
o
Keyakinan untuk berhasil
Tim yang telah berhasil sukses meningkatkan
kepercayaan mereka tentang sukses di masa depan, yang tentunya akan memotivasi
mereka untuk bekerja lebih giat
o
Tingkat konflik
Konflik dapat meningkatkan efektivitas tim. Namun
tidak semua jenis konflik. Konflik hubungan antar anggota tentu merusak
efektivitas, sebaliknya konflik tugas menstimulasi diskusi, menghasilkan
alternatif, dan mengarahkan pada pengambilan keputusan yang lebih baik. Jadi,
tim yang efektif akan dilihat dari tingkat konflik.
o
Kesenjangan sosial
Tim yang sukses membuat anggotanya ikut serta dalam
pencapaian tujuan dan tanggung jawab mereka. Jadi kesenjangan sosial antar
anggota harus dihilangkan.
Merubah individu menjadi
anggota tim
·
Tantangan
Salah satu penghalang utama
dalam tim kerja adalah sifat individualistis. Tantangan terbesar dalam
membentuk anggota tim adalah ketika:
o
Budaya negaranya sangat
individualistis
o
Tim berada di organisasi yang
memiliki sejarah selalu menghargai pencapaian individu
·
Membentuk anggota
Berikut adalah beberapa cara
untuk merubah individu menjadi anggota tim:
o
Seleksi
Beberapa orang sudah memiliki kemampuan interpersonal
untuk menjadi anggota tim yang efektif. Jadi ketika merekrut anggota tim,
selain memilih kandidat yang memiliki kemampuan teknis juga harus memilih
kandidat yang dapat mengisi peran tim.
o
Pelatihan
Pelatihan dapat dilakukan oleh spesialis dan biasanya
mereka menawarkan workshop untuk meningkatkan kemampuan problem-solving,
komunikasi, negosiasi, manajemen konflik, dan coaching skills.
o
Penghargaan
Sistem penghargaan harus disusun ulang untuk mendukung
upaya kooperatif dibanding upaya kompetitif. Contoh perilaku yang harus
dihargai adalah melatih rekan baru, membagi informasi dengan rekan tim,
membantu menyelesaikan konflik tim, dan menguasai keahlian baru yang dibutuhkan
tim.
Masalah kontemporer dalam
mengelola tim
Ada tiga masalah terkait pengelolaan tim:
·
Tim dan manajemen kualitas
Dalam menentukan kualitas
tim ada lima tujuan:
o
Tim harus cukup kecil untuk dapat efisien
dan efektif
o
Anggota tim harus terlatih sesuai
kebutuhan
o
Tim harus diberi waktu cukup untuk
menyelesaikan masalah mereka
o
Tim harus diberi otoritas untuk
menyelesaikan masalah dan mengambil tindakan korektif
o
Tiap tim memiliki pemecah kebuntuan
·
Tim dan perbedaan tenaga kerja
|
Keuntungan
|
Kekurangan
|
|
Beragam pandangan
|
Ambiguitas
|
|
Keterbukaan lebih
terhadap ide baru
|
Kompleksitas
|
|
Beragam pemahaman
|
Kebingungan
|
|
Peningkatan
kreatifitas
|
Miskomunikasi
|
|
Peningkatan
fleksibilitas
|
Kesulitan dalam
mencapai kesepakatan tunggal
|
|
Peningkatan
keahlian problem-solving
|
Kesulitan untuk
menyepakati tindakan tertentu
|
·
Menguatkan kembali tim yang sudah
matang
Ada empat saran untuk
menguatkan kembali tim yang sudah matang:
o
Mempersiapkan anggota untuk
menghadapi masalah kematangan
o
Menawarkan pelatihan penyegaran
o
Menawarkan pelatihan tingkat lanjut
o
Mendorong tim untuk memberlakukan
perkembangan mereka sebagai pembelajaran terus menerus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar