Rabu, 07 Mei 2014

TEAMWORK

Mengapa tim menjadi sangat populer?
·         Tim lebih baik dalam mengerjakan tugas yang membutuhkan berbagai keahlian, penilaian, dan pengalaman
·         Tim lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan
·         Tim memiliki kemampuan untuk segera berkumpul, membagi tugas, memfokuskan diri kembali, dan membubarkan diri
·         Tim merupakan cara yang efektif bagi manajemen untuk mendemokrasi organisasi dan meningkatkan motivasi karyawan

Perbedaan tim dengan kelompok
Kelompok kerja: kelompok yang berinteraksi dengan tujuan utama membagi informasi dan membuat keputusan untuk membantu setiap anggota kelompok berkinerja dalam wilayah pertanggung jawabannya. (jumlah output kinerja sama dengan jumlah input anggota)
Tim kerja: kelompok dimana upaya tiap anggotanya menghasilkan kinerja yang lebih besar dari jumlah input anggotanya.
Perbedaan
Kelompok Kerja
Tim Kerja
Tujuan
Membagi informasi
Kinerja kolektif
Sinergi
Netral (terkadang negatif)
Positif
Akuntabilitas
Individual
Individual dan mutual
Keahlian
Acak dan beragam
Saling melengkapi

Macam-macam tim
·         Problem-solving teams
Kelompok yang terdiri dari 5 sampai 12 karyawan dari departemen yang sama yang bertemu selama beberapa jam tiap minggu untuk mendiskusikan cara meningkatkan kualitas, efisiensi, dan lingkungan kerja
·         Self-managed work teams
Kelompok yang terdiri dari 10 sampai 15 orang yang mengambil alih tanggung jawab dari supervisor mereka terdahulu
·         Cross-functional teams
Kumpulan karyawan dari level hirarki yang sama namun dari wilayah kerja yag berbeda, yang berkumpul bersama untuk mengerjakan suatu tugas
·         Virtual teams
Tim yang menggunakan teknologi komputer untuk menghubungkan anggota yang terpisah secara fisik dalam rangka mencapai tujuan bersama
Ada tiga faktor utama yang membedakan tim virtual dengan tim face-to-face:
o   Tidak adanya interaksi paraverbal dan nonverbal
o   Interaksi sosial yang terbatas
o   Kemampuan untuk mengatasi halangan waktu dan jarak
Membuat tim yang efektif
Tim efektif yang dimaksud meliputi efektivitas produktivitas tim, kinerja tim, dan kepuasan anggota. Komponen penting yang membentuk tim efektif dapat dibagi dalam empat kategori umum:
·         Desain Kerja
Beberapa karakteristik desain kerja berikut memotivasi anggota karena meningkatkan rasa tanggung jawab anggota dan kepemilikan atas pekerjaan serta membuat pekerjaan menjadi lebih menarik untuk dilakukan. Karakteristik tersebut antara lain:
o   Kebebasan dan otonomi
o   Kesempatan untuk menggunakan keahlian dan talenta yang berbeda-beda
o   Kemampuan untuk menyelesaikan seluruh tugas
o   Mengerjakan tugas atau proyek yang memiliki dampak terhadap orang lain
·         Komposisi
Kategori ini meliputi variabel yang berhubungan dengan bagaimana seharusnya anggota dalam tim dipilih. Ada beberapa faktor sebagai pertimbangannya:
o   Kemampuan anggota
Untuk berkinerja secara efektif, sebuah tim memerlukan tiga macam keahlian:
§  Orang dengan keahlian teknis
§  Orang dengan keahlian pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
§  Orang dengan keahlian interpersonal
o   Kepribadian
Tim dengan tingkat kesamaan yang lebih tinggi dalam kesetujuan, ketelitian, dan stabilitas emosi di antara para anggotanya cenderung menerima penilaian performa yang lebih baik.
o   Alokasi peran dan perbedaan
Ada 9 peran potensial dalam tim yang harus diisi oleh para anggota:
§  Linker: mengkoordinasi dan mengintegrasi
§  Creator: mereka yang berinisiatif menciptakan ide
§  Promoter: memilih ide yang paling baik
§  Assesor: menganalisis pilihan
§  Organizer: memberikan struktur
§  Producer: memberikan arahan dan mengikuti
§  Controller: pemeriksa dan penegak aturan
§  Maintainer: menjaga stabilitas
§  Adviser: mendorong untuk mencari lebih banyak informasi
o   Ukuran tim
Tim paling efektif memiliki anggota kurang dari 10.

o   Fleksibilitas anggota
Tim yang terdiri dari anggota yang fleksibel dapat menyelesaikan tugas anggota lainnya, sehingga tim akan berkinerja dengan lebih efektif.
o   Preferensi anggota
Tim yang berkinerja dengan baik biasanya terdiri dari orang yang lebih menyukai bekerja dalam kelompok.
·         Konteks
Ada empat faktor kontekstual yang sangat berhubungan dengan kinerja tim:
o   Sumber daya yang memadai
Tim harus menerima dukungan yang memadai dari manajemen dan organisasi jika mereka ingin berhasil dalam mencapai tujuan. Dukungan ini meliputi informasi yang tepat waktu, teknologi, staf yang memadai, dukungan moral, dan bantuan administratif.
o   Kepemimpinan dan struktur
Untuk menyepakati beberapa hal dalam pekerjaan dan bagaimana angggota bekerja bersama  untuk menyatukan keahlian individual mereka, maka diperlukan kepemimpinan dan struktur.
o   Derajat kepercayaan
Anggota dari tim efektif harus saling percaya satu sama lain. Mereka juga harus memiliki kepercayaan terhadap pemimpin mereka. Kepercayaan antar anggota menciptakan kerjasama, mengurangi kebutuhan untuk mengawasi perilaku anggota lain, dan menciptakan kepercayaan bahwa anggota lain tidak akan mengambil keuntungan dari mereka.
o   Penilaian kinerja dan sistem hadiah
Penilaian kinerja dan sistem hadiah indiviual tidak bisa diaplikasikan terhadap kinerja tim. Jadi, manajemen harus mempertimbangkan pujian berdasar kelompok, pembagian keuntungan, insentif terhadap kelompok kecil, dan modifikasi lainnya yang akan meningkatkan upaya dan komitmen tim.
·         Proses
Meliputi:
o   Tujuan yang sama
Tim efektif memiliki tujuan yang sama dan berarti yang memberikan arahan, momentum, dan komitmen bagi anggota.
o   Tujuan spesifik
Tim yang sukses menerjemahkan tujuan mereka menjadi tujuan kinerja yang spesifik, dapat dikelola, dan realistis. Tujuan spesifik ini memfasilitasi komunikasi yang jelas serta membantu menjaga fokus tim dalam mencapai hasil.


o   Keyakinan untuk berhasil
Tim yang telah berhasil sukses meningkatkan kepercayaan mereka tentang sukses di masa depan, yang tentunya akan memotivasi mereka untuk bekerja lebih giat
o   Tingkat konflik
Konflik dapat meningkatkan efektivitas tim. Namun tidak semua jenis konflik. Konflik hubungan antar anggota tentu merusak efektivitas, sebaliknya konflik tugas menstimulasi diskusi, menghasilkan alternatif, dan mengarahkan pada pengambilan keputusan yang lebih baik. Jadi, tim yang efektif akan dilihat dari tingkat konflik.
o   Kesenjangan sosial
Tim yang sukses membuat anggotanya ikut serta dalam pencapaian tujuan dan tanggung jawab mereka. Jadi kesenjangan sosial antar anggota harus dihilangkan.

Merubah individu menjadi anggota tim
·         Tantangan
Salah satu penghalang utama dalam tim kerja adalah sifat individualistis. Tantangan terbesar dalam membentuk anggota tim adalah ketika:
o   Budaya negaranya sangat individualistis
o   Tim berada di organisasi yang memiliki sejarah selalu menghargai pencapaian individu
·         Membentuk anggota
Berikut adalah beberapa cara untuk merubah individu menjadi anggota tim:
o   Seleksi
Beberapa orang sudah memiliki kemampuan interpersonal untuk menjadi anggota tim yang efektif. Jadi ketika merekrut anggota tim, selain memilih kandidat yang memiliki kemampuan teknis juga harus memilih kandidat yang dapat mengisi peran tim.
o   Pelatihan
Pelatihan dapat dilakukan oleh spesialis dan biasanya mereka menawarkan workshop untuk meningkatkan kemampuan problem-solving, komunikasi, negosiasi, manajemen konflik, dan coaching skills.
o   Penghargaan
Sistem penghargaan harus disusun ulang untuk mendukung upaya kooperatif dibanding upaya kompetitif. Contoh perilaku yang harus dihargai adalah melatih rekan baru, membagi informasi dengan rekan tim, membantu menyelesaikan konflik tim, dan menguasai keahlian baru yang dibutuhkan tim.




Masalah kontemporer dalam mengelola tim
Ada tiga masalah terkait pengelolaan tim:
·         Tim dan manajemen kualitas
Dalam menentukan kualitas tim ada lima tujuan:
o   Tim harus cukup kecil untuk dapat efisien dan efektif
o   Anggota tim harus terlatih sesuai kebutuhan
o   Tim harus diberi waktu cukup untuk menyelesaikan masalah mereka
o   Tim harus diberi otoritas untuk menyelesaikan masalah dan mengambil tindakan korektif
o   Tiap tim memiliki pemecah kebuntuan
·         Tim dan perbedaan tenaga kerja
Keuntungan
Kekurangan
Beragam pandangan
Ambiguitas
Keterbukaan lebih terhadap ide baru
Kompleksitas
Beragam pemahaman
Kebingungan
Peningkatan kreatifitas
Miskomunikasi
Peningkatan fleksibilitas
Kesulitan dalam mencapai kesepakatan tunggal
Peningkatan keahlian problem-solving
Kesulitan untuk menyepakati tindakan tertentu

·         Menguatkan kembali tim yang sudah matang
Ada empat saran untuk menguatkan kembali tim yang sudah matang:
o   Mempersiapkan anggota untuk menghadapi masalah kematangan
o   Menawarkan pelatihan penyegaran
o   Menawarkan pelatihan tingkat lanjut
o   Mendorong tim untuk memberlakukan perkembangan mereka sebagai pembelajaran terus menerus


KOMUNIKASI

Definisi: transfer dan pengertian makna. Jadi komunikasi adalah proses pemindahan atau penyaluran informasi dari satu orang ke orang lain dan informasi yang disalurkan harus dimengerti oleh penerima.

Fungsi komunikasi
·         Kontrol: komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku anggota dalam beberapa cara.
·         Motivasi: komunikasi menguatkan motivasi dengan mengklarifikasi ke karyawan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana pekerjaan mereka, dan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja.
·         Ekpresi emosional: komunikasi memberikan pemenuhan atas kebutuhan sosial.
·         Informasi: komunikasi memberikan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan dengan menyalurkan data untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pilihan alternatif

Proses komunikasi
Ada 7 bagian dalam proses komunikasi: sumber komunikasi, encoding, pesan, saluran, decoding, penerima, umpan balik.
Sumber memberi pesan dengan melakukan encoding pemikiran. Pesan adalah produk fisik dari encoding sumber. Saluran adalah sarana dimana pesan berpindah. Saluran dipilih oleh sumber dan harus menentukan apakah menggunakan saluran formal atau informal. Penerima adalah obyek dari informasi. Tapi sebelum pesan dapat diterima, simbol-simbol di dalamnya harus diterjemahkan ke dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh penerima. Tahap ini adalah decoding pesan. Tahap akhir dari komunikasi adalah umpan balik. Umpan balik menentukan apakah pengertian sudah dicapai.

Arah komunikasi
·         Ke bawah
Komunikasi yang mengalir dari suatu level kelompok atau organisasi ke level yang lebih rendah. Komunikasi ini digunakan oleh manajer dan pemimpin untuk memberi tugas, memberi arahan kerja, memberitahu karyawan mengenai kebijakan dan prosedur, menunjukkan masalah yang memerlukan perhatian, dan menawarkan umpan balik tentang kinerja.
·         Ke atas
Komunikasi yang mengalir ke level yang lebih atas dalam kelompok atau organisasi. Komunikasi ini digunakan untuk memberi tahu progres mengenai tujuan, memberi umpan balik kepada atasan, dan mengadukan masalah.

·         Horizontal
Komunikasi yang berlangsung antar anggota dari kelompok yang sama, level yang sama, antar manajer dari level yang sama, atau antar personel yang sama secara horizontal.  Komunikasi ini digunakan untuk menghemat waktu dan memfasilitasi koordinasi.

Komunikasi interpersonal
·         Komunikasi oral
Bentuknya antara lain: pidato, diskusi kelompok, dan gosip. Keuntungan dari komunikasi oral adalah pada kecepatan dan umpan balik. Kerugiannya adalah jika pesan harus disampaikan melalui banyak orang.
·         Komunikasi tertulis
Meliputi: memo, surat, surel, fax, periodik, pengumuman, dan lain lain. Keuntungannya adalah pesan dapat disimpan untuk waktu yang tidak terbatas, penting untuk komunikasi yang kompleks dan membutuhkan waktu lama, serta lebih logis dan jelas. Kerugiannya adalah memakan banyak waktu dalam pembuatan dan penyampaian pesannya dan tidak dapat menerima umpan balik segera.
·         Komunikasi nonverbal
Meliputi:
o   Pergerakan tubuh
Ada dua pesan penting yang disampaikan oleh bahasa tubuh: (1) sampai dimana individu menyukai dan tertarik terhadap pandangan lawan bicara dan (2) status antara pengirim dan penerima. Posisi atau pergerakan tubuh dapat memberi pengertian lebih bagi penerima jika dihubungkan dengan bahasa yang digunakan oleh pengirim.
o   Intonasi
Intonasi dapat merubah pengertian pesan.
o   Ekspresi wajah
Ekspresi wajah dapat menunjukkan sifat arogan, agresif, takut, malu, dan karakter lainnya yang tidak dapat dikomunikasikan jika hanya membaca dari transkrip percakapan.
o   Jarak fisik antara pengirim dan penerima
Apa yang dimaksud dengan jarak yang wajar sangat tergantung dengan norma budaya. Jika seseorang semakin mendekatkan diri melewati batas wajar, maka dapat menunjukkan sifat agresif dan ketertarikan seksual. Jika seseorang menjauh dari biasanya, maka dapat dimaksud ketidaktertarikan atau ketidakpuasan dengan apa yang telah dikatakan.




Komunikasi Organisasi
·         Jaringan kelompok kecil formal
Rantai                                 Roda                                 Semua saluran
 









Kriteria
Rantai
Roda
Semua Saluran
Kecepatan
Menengah
Cepat
Cepat
Ketepatan
Tinggi
Tinggi
Menengah
Perlunya pemimpin
Menengah
Tinggi
Tidak ada
Kepuasan anggota
Menengah
Rendah
Tinggi

·         Grapevine
Definisi: jaringan komunikasi informal dalam organisasi (dapat berupa rumor/gosip).
Ada tiga karakteristik utama grapevine:
o   Tidak dikendalikan oleh manajemen
o   Lebih dapat dipercaya oleh sebagian besar karyawan dibandingkan dengan komunikasi formal oleh manajemen atas
o   Seringkali digunakan untuk memuaskan ketertarikan orang-orang yang terlibat dalam komunikasi.
Rumor muncul atas tanggapan dari situasi yang dianggap penting, ketika ada amibguitas, dan di bawah kondisi kegelisahan.
Beberapa saran untuk mengurangi dampak negatif dari rumor:
o   Umumkan jadwal untuk mengambil keputusan penting
o   Jelaskan keputusan dan perilaku yang mungkin kelihatan tidak konsisten atau rahasia
o   Tegaskan kepada bawahan dan atasan mengenai keputusan terkini dan rencana masa depan
o   Diskusikan secara terbuka tentang kemungkinan terburuk
·         Komunikasi dengan bantuan komputer
o   E-mail
Keuntungan:
§  Mudah menulisnya, mengedit, dan menyimpannya
§  Dapat disalurkan ke banyak orang dengan hanya sekali klik
§  Pesan dapat dibaca oleh penerima dengan nyaman
§  Biaya jauh lebih rendah dibanding biaya untuk mencetak, memperbanyak, dan menyalurkan pesan secara tradisional
Kerugian:
§  Kelebihan informasi yang menyebabkan karyawan sulit membedakan mana e-mail penting dan e-mail sampah serta memakan banyak waktu karyawan
§  Tidak adanya penyertaan emosi dalam e-mail yang dapat disampaikan secara langsung oleh pengirim, walaupun sekarang sudah ada emoticon
o   Sambungan intranet dan extranet
Intranet: sambungan khusus untuk digunakan antar karyawan di dalam organisasi.
Extranet: sambungan khusus untuk menghubungkan organisasi dengan supplier, distributor, dan stakeholder lainnya.
o   Videoconferencing
Videoconference memudahkan orang untuk melihat, mendengar, dan berbicara dengan orang lain tanpa harus bertemu secara fisik. Videoconference menghilangkan batasan tempat dan biaya yang dibutuhkan untuk berpindah.

Pilihan saluran komunikasi
Saluran berbeda dalam kapasitas mereka menyalurkan informasi. Beberapa saluran memiliki kemampuan untuk (1) menangani banyak pesan terus menerus, (2) memudahkan umpan balik segera, dan (3) sangat pribadi.
 






   Kekayaaan                                                                                                       kekayaan
Saluran rendah                                                                                               saluran tinggi

 






Kekayaan saluran: jumlah informasi yang dapat disalurkan selama komunikasi




Hambatan komunikasi efektif
§  Penyaringan
Definisi: manipulasi informasi oleh pengirim sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih disukai oleh penerima.
Dampak: informasi yang disampaikan tidak tepat.
§  Persepsi selektif
Penerima dalam komunikasi menyeleksi apa yang mereka lihat dan dengar berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang, dan karakteristik pribadi mereka lainnya.
Dampak: penerima menjadi subjektif dalam mengolah makna informasi.
§  Kelebihan informasi
Definisi: keadaan dimana informasi yang masuk melebihi kemampuan individu untuk mengolah informasi.
Dampak: informasi hilang dan komunikasi yang kurang efektif.
§  Emosi
Apa yang dirasakan penerima keika bekomunikasi akan mempengaruhi bagaimana dia mengartikan pesan yang disampaikan.
Dampak: penerima tidak menggunakan pemikiran rasional dan objektif dalam mengartikan pesan, melainkan dengan penilaian emosional.
§  Bahasa
Umur, pendidikan, dan latar belakang budaya adalah tiga variabel utama yang mempengaruhi bahasa dan arti yang diberikan seseorang terhadap perkataanya. Pengirim berasumsi bahwa kata-kata dan kalimat yang mereka gunakan sama dengan yang diartikan oleh penerima, padahal asumsi ini tidak tepat. 
§  Pemahaman komunikasi
Definisi: tekanan dan kegelisahan untuk menggunakan komunikasi oral atau tertulis, atau keduanya.