EMOSI
Emosi adalah faktor penting dalam perilaku karyawan, namun sampai saat ini topik tentang emosi kurang mendapat perhatian di bidang Perilaku Organisasi. Berikut ini dua faktor penyebabnya:
Mitos tentang rasionalitas
Keyakinan bahwa emosi macam apapun bersifat merusak
Apakah Emosi itu?
Definisi: emosi adalah reaksi terhadap obyek, bukan bersifat kepribadian.
Emosi bersifat spesifik-obyek, jadi emosi sangat tergantung oleh obyek yang akan direaksi.
Tenaga kerja emosional: setiap karyawan mencurahkan tenaga fisik dan mental bila mereka mencurahkan kemampuan fisik dan kognitif mereka, berurutan, ke dalam pekerjaan mereka.
Emosi yang Dirasakan versus Emosi yang Ditampilkan
Emosi yang dirasakan: emosi aktual individu, emosi yang sebenarnya dirasakan oleh seseorang.
Emosi yang ditampilkan: emosi yang dituntut oleh organisasi dan dianggap tepat dalam pekerjaan tertentu.
Antara emosi yang dirasakan dengan emosi yang ditampilkan seringkali berbeda.
Dimensi-dimensi Emosi
Perbedaan
Ada emosi positif (kebahagiaan dan harapan) dan emosi negatif (kemarahan atau kebencian)
Emosi tidak bisa netral, yang netral adalah non-emosional.
Emosi negatif memiliki pengaruh yang lebih besar tehadap individu.
Ada enam emosi universal: kemarahan, ketakutan, kesedihan, kegembiraan, kejijikan dan keterkejutan.
Intensitas
Setiap orang memberikan tanggapan yang berbeda terhadap rangsangan pemicu emosi yang identik atau hampir sama.
Dalam sebagian kasus perbedaan itu dapat disebabkan oleh kepribadian individu yang bermacam-macam, namun bisa juga perbedaan itu merupakan hasil dari tuntutan pekerjaan.
Kemampuan orang bervariasi dalam mengekspresikan intensitas
Frekuensi dan Durasi
Tenaga kerja emosional yang menuntut frekuensi tinggi atau durasi lama akan menuntut upaya lebih besar dari karyawan.
Dapatkah Orang Tanpa Emosi?
Sebagian orang mempunyai kesulitan besar untuk mengungkapkan perasaan mereka dan untuk memahami emosi orang lain.
Orang yang tidak memiliki emosi perlu berkecimpung dalam pekerjaan yang menuntut sedikit atau sama sekali tidak menuntut tenaga kerja emosional.
Jenis Kelamin dan Emosi
Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria.
Wanita juga lebih baik dalam membaca isyarat-isyarat non-verbal dan paralinguistik dibanding pria.
Bagaimana menjelaskan perbedaan tersebut?
Cara yang berbeda tersebut sudah disosialisasikan
Wanita mungkin memiliki kemampuan bawaan lebih untuk membaca orang lain dan menampakkan emosi mereka dibanding pria.
Wanita mungkin memiliki kebutuhan lebih besar untuk mendapatkan pengakuan sosial
Aplikasi-aplikasi Perilaku Organisasi
Kemampuan dan seleksi
Orang yang mengetahui emosi mereka sendiri dan dapata membaca emosi orang lain menjadi lebih efektif dalam bekerja.
Kecerdasan emosional: kumpulan keterampilan, kapabilitas, dan kompetensi nonkognitif yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menghaadapi tuntutan dan tekanan lingkungan.
Dimensi emosional: kesadaran diri, pengelolaan diri, motivasi diri, empati
Pengambilan keputusan
Emosi negatif mengakibatkan terbatasnya pencarian alternatif baru dan kurang cermatnya penggunaan informasi.
Emosi positif meningkatkan pemecahan masalah dan memudahkan integrasi informasi.
Motivasi
Teori motivasi padad dasarnya mengemukakan bahwa individu-individu “termotivasi” ke perilaku yang diharapkan dapat membawa hasil yang diinginkan.
Kepemimpinan
Pemimpin yang efektif hampir semuanya mengandalkan ekspresi perasaan (emosi) untuk membantu menyampaikan pesan mereka.
Konflik interpersonal
Keberhasilan manajer dalam mengatasi konflik akan ditentukan oleh kemampuan mereka mengidentifikasi unsur-unsur emosional dalam konflik dan mengarahkan pihak-pihak agar dapat mengatasi emosi mereka.
Perilaku menyimpang di tempat kerja
Perilaku-perilaku menyimpang dapat bersifat kekerasan atau non kekerasan dan dimasukkan ke dalam kategori-kategori. Contohnya saja kecemburuan dapat menyebabkan perilaku menyimpang dan bersifat dendam .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar